—» Fenomena “Erep-erep” menurut kesehatan «—

Assalamualaikum wr. wb,

Ada sebuah artikel menarik ketika masuk ke yahoo, judul aslinya “Sleep Paralysis, Penyakit Ketindihan Saat Tidur”. Dalam artikel itu dibahas mengenai fenomena “erep-erep” atau “tidur ketindihan” menurut medis. Berikut artikel lengkapnya.

Fenomena erep-erep menurut kesehatanGhiboo.com – Pernah terbangun dari tidur, tapi sulit bergerak ataupun berteriak? Tenang, Anda tidak sedang diganggu makhluk halus.

Berdasarkan ilmu medis, keadaan itu disebut sleep paralysis atau kelumpuhan tidur. Namun, banyak masyarakat menyebutnya ‘erep-erep’. Masyarakat juga selalu mengaitkan kondisi ini karena ulah makhluk halus yang menindih tubuh kita.

Fenomena ini bisa terjadi pada siapa saja. Setidaknya orang akan mengalaminya sekali atau dua kali dalam hidupnya. Namun, Anda tak perlu khawatir, sleep paralysis biasanya tidak berbahaya.

Selama tidur, aktivitas dan otot-otot tubuh menjadi tidak bergerak, sehingga menyebabkan kelumpuhan sementara. Bahkan kadang-kadang kelumpuhan tetap ada setelah orang terbangun. Biasanya, kelumpuhan tidur diikuti dengan halusinasi. Orang yang mengalami kelumpuhan tidur merasa seperti dicekik, dada sesak, badan sulit bergerak dan sulit berteriak.

Ketika seseorang tidur, aktifitas otak mengalami dua hal berbeda, yang disebut tidur aktif atau REM (rapid eye movement) dan tidur non-REM.

Non-REM selama tidur akan menghasilkan gerakkan selagi Anda tidur, seperti berbicara dalam tidur atau berjalan ketika tidur. Sedangkan REM akan mempengaruhi denyut jantung, laju respirasi dan tekanan darah ketika tidur.

Secara psikologis, sleep paralysis berhubungan dengan tidur di tahap REM, dimana setelah mengalami tidur REM, mata terbuka namun paralysis tetap bertahan.

Biasanya hal ini mengakibatkan halusinasi. Sleep paralysis terjadi sekitar 2-3 menit. Setelah otak dan tubuh berhubungan kembali, penderita dapat menggerakkan tubuhnya kembali. Namun, memori dari sensasi yang mengerikan atau mimpi buruk biasanya dapat bertahan lama

Secara fisiologis, penyebab sleep paralysis belum diketahui secara pasti. Sejauh ini, para psikologis memberikan gambaran umum mengenai penyebab terjadinya sleep paralysis, seperti kebiasaan tidur menghadap ke atas, pola tidur tak tentu, stress, dan perubahan mendadak pada lingkungan atau lifestyle.
(Berbagai Sumber)

Pendapat penulis mengenai artikel “Fenomena ‘erep-erep’ menurut kesehatan”

Meski menurut medis ini hanyalah sebuah gejala murni kesehatan baik dari psikologis/stress maupun tanpa adanya makhluk halus. Penulis (baca: saya) tidak menafik (bahkan menyakini) adanya makhluk halus dan bisa saja makhluk halus itu sendiri yang menyebabakan Fenomena ‘erep-erep’. Dan gejala kesehatan tadi hanyalah terjadi pada segelintir orang saja.

Bagaimanapun keyakinan anda mengenai penyebab fenomena “erep-erep” kita wajib meminta perlindungan Allah SWT kapanpun termasuk saat tidur.

Semoga Allah melindungi kita semua.

wassalamualaikum …

—» Fenomena “Erep-erep” menurut kesehatan «—