Penjelasan lengkap mengenai flu burung » Avian influenza. Kali ini saya akan membahas tentang flu burung atau Avian influenza yang pernah sangat menghebohkan di Indonesia. Artikel kali ini diambil dari sumber: WHO Indonesia dan beberapa sumber lainnya. Silakan membaca dan semoga bermanfaat bagi kita semua.


Apa itu Flu Burung?

penjelasan lengkap mengenai flu burungFlu burung atau Avian influenza adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A. Umumnya tipe ini ditemukan pada burung dan unggas. Virus influensa tipe A memiliki beberapa subtipe yang ditandai adanya Hemagglutinin (H) dan Neuramidase (N). Ada 9 varian H dan 14 varian N. Saat ini, penyebab flu burung adalah Highly Pothogenic Avian Influenza Virus, strain H5N1 (H=hemagglutinin; N= neuraminidase).

Hal ini terlihat dari basil studi yang ada menunjukkan bahwa unggas yang sakit mengeluarkan virus Influenza A (H5N1) dengan jumlah besar dalam kotorannya.

Virus Inluenza A (H5N1) merupakan penyebab wabah flu burung pada unggas. Secara umum, virus Flu Burung tidak menyerang manusia, namun beberapa tipe tertentu menyerang manusia. Burung liar dan unggas domestikasi (ternak) dapat menjadi sumber penyebar H5N1. Di Asia Tenggara kebanyakan kasus flu burung terjadi pada jalur transportasi atau peternakan unggas alih-alih jalur migrasi burung liar.

Virus ini dapat menular melalui udara ataupun kontak melalui makanan, minuman, dan sentuhan. Namun demikian, virus ini akan mati dalam suhu yang tinggi. Oleh karena itu daging, telur, dan hewan harus dimasak dengan matang untuk menghindari penularan. Kebersihan diri perlu dijaga pula dengan mencuci tangan dengan antiseptik. Kebersihan tubuh dan pakaian juga perlu dijaga.

Virus dapat bertahan hidup pada suhu dingin. Bahan makanan yang didinginkan atau dibekukan dapat menyimpan virus. Tangan harus dicuci sebelum dan setelah memasak atau menyentuh bahan makanan mentah.

Saya memiliki burung peliharaan. Bagaimana saya tahu apakah burung peliharaan saya tertular flu burung?

Website Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) menyediakan informasi bagaimana mendeteksi apakah burung atau unggas tertular flu burung. Dapat juga dengan melihat Departemen Pertanian mengenai informasi umum flu burung secara umum atau di website Direktorat Kesehatan Hewan Departemen Pertanian.

Apakah manusia dapat tertular flu burung, dan apakah mengakibatkan efek yang mematikan?

Hasil pembuktian telah menyatakan bahwa manusia dapat tertular flu burung. Untuk mengetahui perkembangan jumlah kasus flu burung pada manusia yang telah dilaporkan oleh WHO dapat dilihat pada link: www.who.int/csr/disease/avian_influenza/.

Beberapa lama masa inkubasi virus flu burung?

Masa inkubasi virus flu burung adalah 2-10 hari setelah terpapar. Akan tetapi, sebagian besar kasus menunjukkan gejala setelah 3-5 hari setelah terpapar oleh virus tersebut.

Apakah gejala-gejala flu burung?

Gejala-gejala awal flu burung seringkali sama dengan influensa musiman manusia (batuk, sakit tenggorokan, demam tinggi, sakit kepala, sakit otot, dll). Penyakit ini dapat berkembang menjadi pneumonia dimana mungkin akan terjadi, kekurangan angin, susah bernafas dan gagal pernafasan.

Apa yang harus saya lakukan apabila saya merasa tertular flu burung?
Apabila Anda merasa telah tertular flu burung dan Anda mulai menunjukkan gejala-gejala menyerupai influenza, segeralah cari perhatian medis.

Bagaimana virus ini tertular kepada manusia?

Virus ini dapat ditemukan dalam feces dan sekresi pernafasan burung dan unggas. Sebagian besar kasus manusia tertular akibat kontak langsung dari burung/unggas yang sakit, walaupun kontaminasi lingkungan oleh virus tersebut dapat juga sebagai sumber penularan. Flu burung banyak menyerang anak-anak di bawah usia 12 tahun. Hampir separuh kasus flu burung pada manusia menimpa anak-anak, karena sistem kekebalan tubuh anak-anak belum begitu kuat.

Apakah virus flu burung ini menular dari manusia ke manusia?

Pada beberapa kasus, kemungkinannya terjadi penularan antar manusia ke manusia telah terjadi seiring dengan kontak dengan pasien pada saat tahap akut penyakit ini. Pada semua kejadian tersebut, penularan terjadi dengan sangat terbatas dan tidak mengarah kepada penularan massal yang lebih banyak di masyarakat, yang menunjukkan bahwa virus ini tidak mudah menular antara manusia ke manusia saat ini.

Apakah ada obat untuk flu burung?

Selain perawatan medis intensif, Oseltamivir (teregistrasi sebagai Tamiflu) merupakan obat anti-viral utama untuk flu burung. Tamiflu akan efektif apabila diberikan pada tahap awal perkembangan penyakit flu burung. Tamiflu di Indonesia tersedia di semua Rumah Sakit Rujukan Flu Burung (info RS Rujukan : klik disini).

Apa yang dapat kami perbuat untuk pencegahan flu burung di lingkungan rumah?

1. Menjaga kebersihan lingkungan (khususnya kandang unggas dan burung).
2. Menjaga kebersihan diri (cuci tangan dengan sabun).
3. Menjauhkan kandang unggas dan burung (ayam, itik dan burung) dari rumah/tempat tinggal.
4. Gunakan penutup hidung dan sarung tangan bila akan mengolah tanaman dengan pupuk kandang.
5. Jangan membuang kotoran (jeroan, bulu ayam, dll.) sembarangan, bungkuslah dengan plastik dan buang di tempat sampah.
6. Bersihkan makanan ternak/burung yang terccer di tanah/lantai, agar tidak mengundang burung liar datang.

Bagaimana kami menjaga diri sendiri dari penularan flu-burung?

1. Rajin cuci tangan dengan sabun atau cairan antiseptik setelah menangani unggas/burung.
2. Bersihkanlah permukaan dengan detergen, cairan alkohol (70%) atau pemutih/khlorin (0.5%).
3. Gunakanlah penutup mulut dan hidung, sarung tangan, dan sepatu boot apabila memasuki daerah yang telah terjangkiti atau sedang terjangkit virus flu burung.
4. Amati dengan teliti kesehatan anda apabila telah melakukan kontak dengan unggas/burung. Segeralah cari perhatian medis apabila timbul gejala-gejala demam, infeksi mata, dan atau kesulitan bernafas

Pekerjaan apa saja yang berisiko terserang infeksi flu burung?

1. Peternak ayam/burung/unggas lainnya.
2. Pemotong ayam/burung/unggas lainnya.
3. Penjual produk-produk ayam/burung/unggas (daging, telur, dsb.)
4. Pemelihara ayam/burung/unggas lainnya.
5. Petugas laboratorium yang meneliti/memeriksa penyakit flu burung
6. Orang-orang yang tinggal di daerah dimana terdapat kematian unggas/burung secara tiba-tiba yang mencirikan infeksi flu burung.
7. Orang-orang yang telah melakukan kontak dekat, secara langsung dan tanpa perlindungan dengan kasus manusia yang telah terkonfirmasi tertular flu burung.

Apakah aman untuk memakan daging ayam dan produk unggas/burung lainnya?

Dari hasil penelitian dikatakan sangat aman untuk memakan produk-produk unggas apabila telah dimasak secara matang (goreng, rebus atau panggang). Jangan memakan daging unggas/burung yang masih berwarna merah muda atau telur setengah matang.


Informasi menarik lainya mengenai produk kesehatan yang luar biasa klik di sini: produk jus kulit manggis xamthone plus

Salam sehat …

“Penjelasan lengkap mengenai flu burung » Avian influenza”